Ketika saya banyak bertemu dan berbincang dengan orang yang belum tahu tentang LDII, atau sudah tahu LDII tapi baru sedikit, banyak di antara mereka yang pertanyaanya sama : "Mas, katanya kalau orang lain sholat di mesjidnya LDII, bekas sholatnya langsung di pel, apa benar seperti itu?".
Pertanyaan ini saya dapatkan hampir banyak tempat di Purwokerto, Jawa Tengah tempat asal saya, maupun di Sekitar Surabaya tempat saya domisili sekarang ini. Semenjak saya ikut ngaji di LDII yang kata orang sesat, yaitu sekitar tahun 1999 di Purwokerto, pertanyaan itu tampaknya sudah sangat umum di luar warga LDII. Ternyata